Bahan Aktif Insektisida: Golongan, Target OPT & Cara Kerja
๐พ Perlindungan Tanaman · Pestisida
Bahan Aktif Insektisida: Golongan, Target OPT & Cara Kerja
Panduan lengkap berbasis Peraturan Menteri Pertanian No. 43 Tahun 2019 — mencakup mekanisme aksi, status regulasi, dan strategi pengelolaan resistensi hama.
๐ท 9 Golongan Kimia⚠️ 31 Bahan Aktif Dilarang untuk Padi๐ Klasifikasi IRAC MoA๐ Strategi Rotasi
01
Pendahuluan
๐ก Mengapa Golongan Insektisida Penting?
Insektisida adalah pestisida yang digunakan untuk mengendalikan serangga hama atau Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Setiap bahan aktif bekerja dengan cara yang berbeda di dalam tubuh serangga — dikenal sebagai Mode of Action (MoA).
Pemahaman tentang MoA sangat krusial untuk tiga alasan utama:
Manajemen Resistensi — rotasi MoA mencegah seleksi serangga yang resisten.
Keamanan Ekosistem — setiap golongan memiliki profil risiko berbeda terhadap musuh alami, lebah, dan organisme akuatik.
Kepatuhan Regulasi — beberapa bahan aktif dilarang untuk komoditas tertentu, termasuk padi.
๐ฏ Target Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
Secara umum, insektisida diformulasikan untuk mengendalikan OPT dalam kategori berikut:
Kategori OPT
Contoh
Golongan Insektisida yang Efektif
Serangga penghisap
Wereng, aphid, thrips, lalat putih
Neonikotinoid, Organofosfat, IGR
Serangga penggerek
Penggerek batang padi, penggerek buah
Diamida, Karbamat, Organofosfat
Ulat (Lepidoptera)
Ulat grayak, ulat tanah
Spinosyn, Avermektin, Bt, Diamida
Tungau (Arachnida)
Tungau merah, tungau kuning
Avermektin, Piretroid, Organofosfat
Serangga tanah
Lalat bibit, rayap, nematoda
Fenil Pirazol, Karbamat, Bt
02
Status Regulasi
⚠️ Permentan No. 43 Tahun 2019
Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pendaftaran Pestisida mencantumkan daftar bahan aktif yang dilarang. Khusus untuk tanaman padi, terdapat 31 bahan aktif insektisida yang dilarang didaftarkan, diedarkan, dan digunakan (Lampiran A, No. 73–103).
๐ฆ Kategori Status Regulasi
Status
Keterangan
Landasan
✅ AKTIF
Terdaftar dan diizinkan penggunaannya
Permentan 43/2019
⚡ TERBATAS
Terdaftar namun penggunaan terbatas / perlu izin khusus
Permentan 43/2019
⛔ DILARANG PADI
Dilarang untuk tanaman padi
Lampiran A No. 73–103
๐ด DILARANG SEMUA
Dilarang di seluruh bidang penggunaan
Lampiran A No. 1–72
๐ Alasan Pelarangan pada Tanaman Padi
Ekosistem sawah memiliki keunikan karena berada dalam genangan air yang terhubung langsung dengan perairan. Pelarangan insektisida tertentu pada padi didasarkan atas:
Toksisitas tinggi terhadap organisme akuatik (ikan, udang, zooplankton)
Bahaya terhadap musuh alami hama padi (laba-laba, kumbang predator, parasitoid)
Risiko residu pada beras yang dikonsumsi manusia
Potensi pencemaran air tanah dan irigasi
Toksisitas terhadap mamalia dan burung (kelas Ia dan Ib WHO)
03
Klasifikasi IRAC Berdasarkan Mekanisme Aksi
๐ฌ Apa itu IRAC MoA?
IRAC (Insecticide Resistance Action Committee) mengelompokkan insektisida berdasarkan target situs molekuler di dalam tubuh serangga. Sistem ini membantu petani dan petugas lapangan melakukan rotasi yang tepat untuk menghindari resistensi.
Kode IRAC
Golongan Kimia
Target Molekuler
Bahan Aktif Utama
1A
Organofosfat
AChE (Asetilkolinesterase)
Klorpirifos ⛔Malation ⛔
1B
Karbamat
AChE
Karbaril ⛔Karbofuran ⚡
2A
Siklodiena Organoklorin
GABA-gated Cl⁻ channel
Endosulfan ๐ด
2B
Fenil Pirazol
GABA-gated Cl⁻ channel
Fipronil ⚡
3A
Piretroid Sintetik
Kanal Na bergerbang tegangan
Deltametrin ✅Sipermetrin ✅
4A
Neonikotinoid
Reseptor nAChR (agonis)
Imidakloprid ✅Tiametoksam ✅
5
Spinosyn
nAChR + GABA-gated Cl⁻
Spinosad ✅Spinetoram ✅
6
Avermektin
GluCl channel
Abamektin ✅Emamektin ✅
11A
Bt Cry toxins
Epitel midgut serangga
B. thuringiensis ✅
14
Nereistoxin analog
nAChR (blocker)
Kartap HCl ⛔
16
Buprofezin
Sintesis kitin (Tipe II)
Buprofezin ✅
28
Diamida (Antranilat)
Reseptor Ryanodine (RyR)
Klorantraniliprol ✅
๐ก Tips Rotasi
Jangan gunakan dua bahan aktif dengan kode IRAC yang sama secara berurutan dalam satu musim. Rotasi antar kode IRAC yang berbeda mengurangi tekanan seleksi terhadap populasi hama yang resisten.
04
Detail Bahan Aktif Per Golongan
Berikut adalah uraian detail setiap golongan insektisida, lengkap dengan cara kerja, target OPT, formulasi, dan status regulasinya.
⚗️
1A Golongan Organofosfat
⛔ Perhatian
Mayoritas organofosfat dilarang untuk tanaman padi sesuai Permentan 43/2019. Bahan aktif yang masih terdaftar pun harus digunakan dengan ekstra hati-hati karena toksisitas tinggi terhadap mamalia dan organisme akuatik.
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Menghambat enzim asetilkolinesterase (AChE) sehingga neurotransmitter asetilkolin menumpuk di sinapsis saraf → depolarisasi berkelanjutan → kejang, kelumpuhan, kematian. Bersifat kontak, sistemik, dan fumigan.
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Inhibitor AChE yang sangat kuat dan irreversibel. Bersifat sistemik dua arah — ditranslokasikan acropetal dan basipetal. Toksisitas sangat tinggi terhadap mamalia, burung, dan organisme akuatik.
Monokrotofos (Monocrotophos)
CAS: 6923-22-4 · Formulasi: SL
๐ด Dilarang Semua Bidang
๐ฏ Target OPTThrips, kutu daun, ulat, wereng, serangga penghisap
⚠️ ToksisitasKelas Ia — Sangat Berbahaya Sekali
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Inhibitor AChE sistemik dengan toksisitas ekstrem. Dilarang di seluruh bidang penggunaan karena bahaya akut yang sangat tinggi pada burung dan mamalia. Termasuk Persistent Organic Pollutant (POP).
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Bekerja sebagai pro-insektisida yang diaktifkan oleh enzim oksidase menjadi malaokson yang sangat toksik. Inhibitor AChE — bersifat kontak dan residual. Selektif karena mamalia dapat mendegradasi malaokson lebih cepat.
Profenofos (Profenofos)
CAS: 41198-08-7 · Formulasi: EC
⛔ Dilarang Padi
๐ฏ Target OPTUlat grayak, penggerek buah, kutu daun, tungau merah
⚠️ ToksisitasKelas II — Berbahaya
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Inhibitor AChE kuat, bersifat kontak dan menelan. Memiliki aktivitas ovicidal pada beberapa spesies dan efek acarisidal (terhadap tungau). Sangat toksik terhadap organisme akuatik.
๐งช
1B Golongan Karbamat
Karbaril (Carbaryl)
CAS: 63-25-2 · Formulasi: WP, SC, dust, GR
⛔ Dilarang Padi
๐ฏ Target OPTKumbang, ulat, belalang, lalat, thrips — spektrum luas
⚠️ ToksisitasKelas II — Berbahaya
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Inhibitor AChE reversibel melalui karbamilasi — pengikatan sementara berbeda dengan organofosfat yang irreversibel. Bersifat kontak dan oral. Sangat toksik terhadap lebah madu.
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Pro-insektisida yang dikonversi menjadi nereistoxin — senyawa yang memblokir reseptor nikotinik asetilkolin (nAChR) secara nonkompetitif. Bersifat sistemik, kontak, dan menelan. Diisolasi awalnya dari cacing laut Lumbriconereis heteropoda.
Karbofuran (Carbofuran)
CAS: 1563-66-2 · Formulasi: GR, SC
⚡ Terbatas
๐ฏ Target OPTNematoda, penggerek batang, wereng, aphid (tanah & daun)
⚠️ ToksisitasKelas Ib — Sangat Berbahaya
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Inhibitor AChE sistemik sangat kuat. Diserap dari tanah oleh akar kemudian ditranslokasikan ke seluruh jaringan tanaman. Efek ganda: nematocidal dan insecticidal. Sangat toksik pada burung — menjadi perhatian utama dalam regulasi.
⚡
3A Golongan Piretroid Sintetik
✅ Catatan Regulasi
Piretroid sintetik (deltametrin, sipermetrin, dll.) masih diizinkan untuk padi. Namun piretroid turunan piretrin alami (No. 103) dilarang untuk tanaman padi. Semua piretroid sangat toksik terhadap lebah dan ikan — gunakan bijaksana.
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Memodifikasi saluran natrium bergerbang tegangan (voltage-gated Na⁺ channel) — menjaga kanal tetap terbuka sehingga terjadi depolarisasi membran saraf yang berkepanjangan → tremor, kejang, paralisis. Piretroid Tipe II (efek CS-syndrome).
Lambda-sihalotrin (Lambda-cyhalothrin)
CAS: 91465-08-6 · Formulasi: CS, EC, WG
✅ Aktif
๐ฏ Target OPTAphid, thrips, ulat, kumbang, wereng, serangga penghisap
⚠️ ToksisitasKelas II — Berbahaya
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Tipe II piretroid dengan afinitas tinggi terhadap saluran Na⁺. Efek knockdown sangat cepat. Diformulasikan sebagai microcapsule (CS) untuk persistensi lebih lama. Sangat toksik terhadap lebah dan organisme akuatik — hindari aplikasi saat tanaman berbunga.
Piretroid Turunan Piretrin Alami
CAS: 8003-34-7 · Formulasi: EC, dust
⛔ Dilarang Padi
๐ฏ Target OPTBerbagai serangga hama tanaman padi
⚠️ ToksisitasKelas III — Sedikit Berbahaya
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Mekanisme sama dengan piretroid sintetik (blokade kanal Na⁺) namun bahan alami dari bunga Chrysanthemum cinerariaefolium. Kurang stabil di lingkungan (cepat terdegradasi sinar UV). Seluruh golongan ini dilarang untuk tanaman padi berdasarkan Permentan 43/2019 No. 103.
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Agonis nikotinik — mengikat reseptor nikotinik asetilkolin (nAChR) secara agonistik dan persisten. Berbeda dengan asetilkolin alami, neonikotinoid tidak didegradasi oleh AChE sehingga saraf tetap teraktivasi → paralisis. Sistemik sangat kuat — diserap dari tanah dan daun.
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Neonikotinoid generasi ke-2. Agonis nAChR yang juga berfungsi sebagai pro-insektisida — dikonversi menjadi klotianidin yang lebih aktif di dalam tubuh serangga. Translokasi sangat cepat ke seluruh jaringan tanaman termasuk nektar dan serbuk sari.
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Neonikotinoid generasi ke-3 (furanil neonikotinoid) dengan struktur berbeda dari imidakloprid. Mengikat nAChR dengan selektivitas tinggi. Efektif terhadap wereng yang telah resisten terhadap imidakloprid — pilihan rotasi yang baik.
๐
28 Golongan Diamida (Antranilat)
๐ฟ Pilihan Ramah Lingkungan
Diamida memiliki selektivitas tinggi terhadap serangga target, aman bagi lebah (pada dosis lapangan), dan toksisitas rendah terhadap mamalia. Sangat direkomendasikan untuk PHT padi.
⚠️ ToksisitasKelas IV — Tidak Berbahaya pada Penggunaan Normal
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Mengaktivasi reseptor ryanodine (RyR) di otot serangga secara irreversibel → pelepasan Ca²⁺ tidak terkontrol dari retikulum sarkoplasma → kontraksi otot berkelanjutan → paralisis, serangga berhenti makan. Mekanisme unik — tidak ada resistensi silang dengan golongan lain.
๐งฌ
5 Golongan Spinosyn
Spinosad
CAS: 168316-95-8 · Formulasi: SC, WP
✅ Aktif
๐ฏ Target OPTThrips, ulat grayak, penggerek, lalat pengorok, lalat buah
⚠️ ToksisitasKelas IV — Tidak Berbahaya pada Penggunaan Normal
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Produk fermentasi Saccharopolyspora spinosa. Mengaktivasi reseptor nAChR (jalur berbeda dari neonikotinoid) DAN mengganggu reseptor GABA-gated chloride channel → overeksitasi saraf. Ramah lingkungan, cepat terdegradasi UV, aman bagi musuh alami.
๐
6 Golongan Avermektin
Emamektin Benzoat (Emamectin Benzoate)
CAS: 155569-91-8 · Formulasi: WG, SG
✅ Aktif
๐ฏ Target OPTUlat grayak, penggerek buah, thrips, lalat pengorok daun
⚠️ ToksisitasKelas II — Berbahaya
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Turunan avermektin semi-sintetik lebih efektif dari abamektin. Mengaktivasi glutamate-gated chloride channel (GluCl) → peningkatan permeabilitas Cl⁻ → hiperpolarisasi membran saraf → paralisis flaccid ireversibel. Efek ovicidal pada beberapa spesies Lepidoptera.
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Inhibitor sintesis kitin Tipe II — mencegah pembentukan kitin saat ekdisis (ganti kulit). Serangga gagal melepas kulit lama dan mati. Efektif terutama pada nimfa dan larva, tidak toksik terhadap imago. Aman bagi musuh alami dewasa.
๐ฟ
11 Insektisida Biologis
๐ฑ Pilihan Utama PHT & Pertanian Organik
Insektisida biologis sangat selektif, aman bagi manusia dan lingkungan, serta mendukung keberlanjutan ekosistem sawah. Direkomendasikan sebagai komponen utama Program Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Menghasilkan protein delta-endotoxin (Cry proteins) yang diaktifkan oleh protease di midgut serangga → berikatan dengan reseptor spesifik di epitel midgut → pembentukan pori pada membran sel → lisis sel epitel → septicemia. Sangat spesifik inang — tidak berbahaya bagi vertebrata dan arthropoda non-target.
๐ฌ Cara Kerja (MoA)Jamur entomopatogen — konidium menempel pada kutikula serangga, berkecambah, menembus integumen menggunakan enzim kitin dan protease. Miselium berkembang di hemolimf menghasilkan toksin beauvericin dan bassianolide → menghancurkan jaringan internal → kematian dalam 4–7 hari.
05
Rekapitulasi Insektisida Dilarang untuk Padi
⛔ Permentan No. 43 Tahun 2019 — Lampiran A No. 73–103
Berikut adalah 31 bahan aktif insektisida yang secara spesifik dilarang didaftarkan, diedarkan, dan digunakan pada tanaman padi. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau pidana.
๐ Daftar Lengkap Bahan Aktif Terlarang
No.
Nama Bahan Aktif
Golongan
No. CAS
73
Asefat (Acephate)
Organofosfat
30560-19-1
74
Azinfosmetil (Azinphosmethyl)
Organofosfat
86-50-0
75
Diazinon (Diazinon)
Organofosfat
333-41-5
76
Dimetoat (Dimethoate)
Organofosfat
60-51-5
77
Entrimfos (Entrimfos)
Organofosfat
38260-54-7
78
Fenitrotion (Fenitrothion)
Organofosfat
122-14-5
79
Fention (Fenthion)
Organofosfat
55-38-9
80
Fentoat (Phenthoate)
Organofosfat
2597-03-7
81
Fonofos (Fonofos)
Organofosfat
944-22-9
82
Fosfamidon (Phosphamidon)
Organofosfat
13171-21-6
83
Isazofos (Isazofos)
Organofosfat
42509-80-8
84
Kadusafos (Cadusafos)
Organofosfat
95465-99-9
85
Karbaril (Carbaryl)
Karbamat
63-25-2
86
Karbofenotion (Carbophenothion)
Organofosfat
62850-32-2
87
Kartap Hidroklorida (Cartap HCl)
Nereistoxin analog
15263-52-2
88
Klorpirifos (Chlorpyrifos)
Organofosfat
2921-88-2
89
Kuinalfos (Quinalphos)
Organofosfat
13593-03-8
90
Malation (Malathion)
Organofosfat
121-75-5
91
Mefosfolan (Mephosfolan)
Organofosfat
950-10-7
92
Metidation (Methidathion)
Organofosfat
950-37-8
93
Metil Klorpirifos (Chlorpyrifos-methyl)
Organofosfat
5598-13-0
94
Metomil (Methomyl)
Karbamat
16752-77-5
95
Metamidofos (Methamidophos)
Organofosfat
10265-92-6
96
Monokrotofos (Monocrotophos) *
Organofosfat
6923-22-4
97
Ometoat (Omethoate)
Organofosfat
1113-02-6
98
Piridafention (Pyridaphenthion)
Organofosfat
119-12-0
99
Profenofos (Profenofos)
Organofosfat
41198-08-7
100
Sianofenfos (Cyanofenphos)
Organofosfat
2636-26-2
101
Triazofos (Triazophos)
Organofosfat
24017-47-8
102
Triklorfon (Trichlorphon)
Organofosfat
52-68-6
103
Golongan Piretroid turunan Piretrin (semua)
Piretroid alami
—
* Monokrotofos juga dilarang di semua bidang penggunaan (Lampiran A No. 45, Permentan 43/2019)
06
Strategi Rotasi MoA & Manajemen Resistensi
๐ Prinsip Dasar Rotasi Insektisida
Penggunaan insektisida dengan MoA yang sama secara berulang menciptakan tekanan seleksi yang mendorong berkembangnya populasi serangga yang resisten. Rotasi MoA adalah fondasi dari Insecticide Resistance Management (IRM).
๐ Aturan Rotasi Utama
Gunakan insektisida dari kode IRAC yang berbeda pada setiap aplikasi berurutan. Jangan hanya mengganti merek — perhatikan kode IRAC pada label produk.
๐ Skema Rotasi untuk Padi Sawah
1
Fase Vegetatif Awal — Wereng Batang Coklat & Wereng Hijau
Gunakan Neonikotinoid (IRAC 4A) seperti Imidakloprid atau Tiametoksam. Sistemik kuat, efektif secara preventif dan kuratif untuk serangga penghisap.
2
Fase Vegetatif Tengah — Penggerek Batang
Gunakan Diamida (IRAC 28) seperti Klorantraniliprol. Efektivitas tinggi terhadap larva penggerek, aman bagi musuh alami, toksisitas rendah.
3
Fase Primordia — OPT Campuran
Gunakan Spinosyn (IRAC 5) seperti Spinosad atau Spinetoram. MoA ganda, ramah lingkungan, efektif untuk thrips, ulat, dan penggerek.
4
Fase Reproduktif — Ulat & Hama Penggerek Akhir
Gunakan Avermektin (IRAC 6) seperti Emamektin benzoat atau pertimbangkan Biologis (IRAC 11) seperti Bt untuk PHT.
๐ Pertimbangan Lingkungan & Keselamatan
Efek terhadap musuh alami — Piretroid dan neonikotinoid toksik terhadap lebah, laba-laba predator, dan parasitoid. Gunakan saat tanaman tidak berbunga.
Toksisitas akuatik — Sawah terhubung langsung dengan perairan; hindari aplikasi menjelang hujan. Organofosfat dan piretroid sangat toksik terhadap ikan dan udang.
Periode Karens (PHI) — Patuhi Pre-Harvest Interval yang tercantum pada label setiap produk.
Insektisida biologis sebagai komponen PHT — Bt, Beauveria, dan NPV sangat dianjurkan sebagai bagian dari sistem produksi berkelanjutan.
Alat Pelindung Diri (APD) — Selalu gunakan masker, sarung tangan, sepatu boot, dan pakaian pelindung saat aplikasi.
⚠️ Peringatan Resistensi Wereng
Populasi wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) di beberapa daerah telah menunjukkan resistensi terhadap imidakloprid dan beberapa neonikotinoid lainnya. Segera rotasi ke golongan berbeda jika respons hama menurun.
Referensi: Peraturan Menteri Pertanian No. 43 Tahun 2019 · IRAC MoA Classification Scheme v10.4 · FAO/WHO JMPR · Komisi Pestisida — Pedoman Penggunaan Pestisida Secara Bijaksana · Direktorat Pupuk dan Pestisida, Kementan RI.